Thursday, 14 September 2017

KISAH KEDERMAWANAN KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN



KEDERMAWANAN KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN 

Halo para pembaca berbagai cerita gimana kabarnya semoga sehat dan dalam keadaan baik-baik saja dan segala aktivitas kita berjalan dengan lancar. pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan sebuah cerita, tentang kedermawanan Khalfah Utsman Bin Affan yang lebih memilih Janji Allah SWT dari pada keuntungn dunia. yang nantinya bisa kita jadikan contoh dala kehidupan kita sehari - hari. langsung saja para pembaca berbagai cerita disimak cerita dibawah ini :
Hasil gambar untuk gambar musim paceklik tanah arab

Kisah ini terjadi pada zaman pemerintahan khalifah Abu Bakar Ash shiddiq Ra. Kala itu kota madinah mengalami paceklik. Hujan cukup lama tidak turun. Pepohonan layu tanpa buah bahan makanan sangat langka pasar sepi, sebagian orang mulai kelaparan. 

Tatkala paceklik sampai pada puncaknya, orang-orang mendatangi Khalifah Abu Bakar ra. Mereka mengadukan penderitaan mereka “ Wahai khalifah penerus risalah Rasulullah SAW, langit tidak menurunkan hujan, bumi tidak menumbuhkan bahan makanan manusia sedang menuju kebinasaan. Jalan keluar apa yang engkau berikan, “khalifah Abu Bakar ra menjawab, “tenaglah dan bersbarlah serta kembalilah kerumah masing-masing".

Usman Bin Affan Ra, memiliki kafilah dagangan yang sedang datang dari syam dan besok, insya Allah akan sampai dimadina. Benar apa yang dikatakan kafilah Abu Bakar ra. Keesokan harinya kafilah dagangan utsman Bin Affan sampai. Kafilah itu terdiri dari seribu unta yang membawa bahan makanan yang melimpah ruah. Gandum, minyak zaitun, zabib dan lain sebagainya.

Semuanya langsung ditata di dalam gudang milik Utsman Bin Affan ra. Penduduk madinah menyambutnya dengan hati gembira. Para pedagang dan tengkulak  langsung menyerbu Utsman Bin Affan ra. “Apa yang kalian inginkan..? Tanya Utsman Bin Affan ra.

Juallah barang dagangan yang engkau bawa dari Syam itu kepada kami”
Kamu tentu tahu orang-orang memerlukannya jawab seorang pedagang mewakili teman-temannya. “Dengan senang hati berapa keuntungan yang akan kau berikan kepadaku? Tanya Utsman ra, “ YA dua atau tiga dirham” jawab para pedagang . bisakah kalian menambahnya?  “ Baik empat dirham bagaimana? Bisakah ditambah lagi…? Lima Dirham…!! Ahhh masih kurang, bisa ditambah lagi? Desak Ustman Bin Affan ra. 

“Dimadinah ini tidak ada pedagang selain kami. Dan kamilah orang yang datang kepadamu, taka da yang mendahului kami, Siapa yang akan memberikan keuntungan yang lebih besar  dari kami….? Kata seorang pedagang dengan nada jengkel. Utsman ra. Menjawab dengan tenang, Allah SWT memberiku keuntungan sepuluh dirham setiap satu dirham. Apakah kalian berani lebih dari sepuluh Dirham…? Tidak….!!! Jawab para pedagang dengan spontan. “Kalau begitu, saksikanlah aku bersaksi kepada Allah SWT bahwa aku menyedekahkan semua barang dagangan dan makanan yang aku bawa dari syam kepada seluruh pakir miskin dan penduduk Madinah yang membutuhkan. 

Ini semua aku Shodaqohkan karena Allah SWT semata, “Ucap Utsman Bin Affan ra. Dengan mantap, Subhanallah, Utsman Bin Affan lebih mencintai apa yang dijanjikan Allah SWT daripada keuntungan duniawi yang hanya sementara.

Demikianlah ulasan cerita kali ini mari sama-sama kita mendo’akan Utsman Bin Affan agar Allah memberikan rahmat dan keridhoanNYA kepada Utsman ra, serta kita bisa mencontoh kedermawanan beliau aminnn.

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah yang relavan dan sesuai dengan isi artikel

KISAH INSPIRASI RENUNGAN DZUN NUN AL-MISHRI

RENUNGAN DZUN NUN AL-MISHRI Pada kesempatan kali ini saya mau membagikan cerita dimana kalau memberi itu lebihn baik daripada mener...