Thursday, 14 September 2017

KISAH INSPIRASI RENUNGAN DZUN NUN AL-MISHRI



RENUNGAN DZUN NUN AL-MISHRI

Pada kesempatan kali ini saya mau membagikan cerita dimana kalau memberi itu lebihn baik daripada menerima langsung saja simak cerita berikut ini :

Hasil gambar untuk memberi lebih baik
 
Suatu saat zhun nun al-mishri melakukan perenungan di hutan, di iringi seorang murid setianya. mereka mendapati seekor burung yang tiada daya untuk terbang, karena sayapnya patah. Burung itu hanya bisa menggelepar-gelepar di tanah.Selang beberapa kemudian, datang burung yang lain membawakan makanan banginya. Burung yang patah sayapnyapun, tanpa perlu repot-repot mencari makanan, dapat makanan kenyang berkat jasa kawannya.

Menyaksikan kejadian langka itu, simurid termenung dan berfikir keras untuk menggali pelajaran yang dapat di petik, ternyata tanpa harus berusaha mencari makanan sekalipun,kita dapat bertahan hidup  berkat jasa orang lain. Alangkah rahmatnya  ALLAH SWT kepada setiap mahkluknya,’’simpulnya.
Sebangai seorang waliyullah, dzun nun al-mishri bisa merasakan apa yang direnungkan oleh muridnya. Dia pun berkata kepadanya,’’ seharusnya kamu tidak berpikir menjadi burung  yang patah saya pitu. Berpikirlah menjadi burung yang memberi makan, yang dapat menolong saudaranya.’’

Ucapan dzun nun al-mishri ini mengingatkan kita pada sabda Nabi SAW, ‘ Al-syadd al ulyakhair min al-yadd al-sufla.’’( HR al- bukhari dan muslim). Dalam riwayat muslim ditambahkan, yang di maksud al-yadd al- ulyaadalah al-munfiqah (pemberi shadaqah) dan al-yadd al- sulfa adalah al-sailah (peminta atau penerima).

Islam mengajarkan pemeluknya menjadi penderma dan penolong bagi yang membutuhkan. Ini tercermin misalnya dari ajaran zakat (AL-baqarah;43, 83 dan 110;al- ahzab; 33 al-mujadilah; 13 dan lain lain). Malah zakat dijajarkan sebagai pilar rukun islam. Ini menunjukkan, menolong orang yang membutuhkan, mendapat perhatian besar dalam ajaran islam. 

Menarik lagi, seperti janji  ALLAH SWT dalam QS.saba’: 39, kendati kita banyak benderma , itu tidak akan mengurangi harta kita,. Allah SWT akan mengganti dan malah menambahnya. Allah SWT berfirman.’’Katakanlah;,Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-NYA diantara hamba- hamba- Nya Dan menyempit bagi ( siapa yang dikehendakinya)’. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka  Allah SWT akan menggantinya dan DIA-lah pemberi rezeki yang sebaik yang sebaik- baiknya.’’

Tapi disisi lain , ALLAH SWT juga menantang kita untuk mendermakan barang- barang yang kita cintai. ALLAH SWT berfirman.’’Kamu sekali –sekali tidaksampai kepada kebajikan( yang sempurna ), sebelum kamu menafkahkan sebagian dari harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya ALLAH SWT mengetahuinya.’’Q`S` ALI Imran ayat 92).

Ini tantangan yang berat bagi kita.Karena mendermakan harta yang kita cintai, membutukan kesadaran beragama yang baikdan pengorbananyan tulus.Itulah tantangan dan ujian bagi orang beriman.Tinggal kita yang harus membuktikan bahwa kita termasuk orang yang berhak meraih gelar bal- birr, melalui berbagai derma wallahu a’lam.

 Demikanlah ulasan kali ini semoga bermanfaat buat kita semua 

Terima Kasih

Kisah Abu Bakar Shiddiq Ra, memuntahkan sesuap Makanan


Kisah Abu Bakar Shiddiq Ra, memuntahkan sesuap Makanan

Selamat berjumpa kembali para pembaca berbagai cerita semoga para pembaca semua dalam keadaan sehat dan yang baik-baik selalu menyertai kita hehe.Kali ini saya akan membagikan satu kisah salah satu sahabat Nabi Muammad SAW yang bersusah payah memuntahkan sesuap makanan karena ia takut dosa ketika ia makan makanan haram dan beliau rela meskipun harus menebusnya dengan jiwanya. tidak usah panjang lebar lagi langsung saj disimak cerita berikut ini : 

 Hasil gambar untuk foto orang memuntahkan makanan tanah arab

Abu Bakar Shiddiq adalah Sahabat Nabi Muhammad SAW ia mempunyai seorang hamba sahaya yng senantiasa memberikan makanan kepadanya. Suatu ketika hamba sahayanya itu membawa makanan dan Abu Bakar Shiddiq  ra memakan satu suap dari makanan itu, Hamba sahay itu berkata : Biasanya Tuan selalu bertanya tentang sumber makanan yang saya bawa, tetapi mengapa hari ini tuan tidak berbuat demikian...?

Abu bakar Ra menjawab “saya sangat lapar sehingga saya lupa bertanya, Terangkanlah kepada saya bagaimana kamu memproleh makanan ini?
Hamba sahayanya menjawab Pada zaman jahiliyyah sebelum saya memeluk islam, saya pernah menjadi seorang peramal, suatu ketika saya bertemu dengan satu kaum disebuah Kabilah, kemudian saya membaca mantra kepada mereka. Mereka berjanji kepada saya akan memberikan sesuatu sebagai imbalan jasa saya kepada mereka. Hari ini saya lewat di perkampungan mereka. Disini sedag dilakukan upacara pernikahan kemudian mereka memberikan makanan ini kepada saya.

Mendengar cerita hamba sahaya ltu Abu Bakar ra , berkata :Hampir saja kamu membinasakanku. Setelah itu ia berusaha memuntahkan makanan itu dengan memasukkan jari tangan kedalam kerongkongannya. Tepai disebabkan perasaan sangat lapar yang beliau derita sebelumnya, makanan itupun tidak dapat dikeluarkan. Ada orang yang memberitahu beliau bahwa makanan itu dapat dimuntahakan dengan meminum air sebanyak-banyaknya maka beliau meminta air degelas yang besar kemudian beliau meminum sebanyak-banyaknya.  Sehingga makan Itu berhasil dimuntahkan kembali.

Seseorang yang memperhatikan beliau berkata :Semoga Allah Mencurahkan Rahmadnya kepada engkau, Engkau telah bersusah payah disebabkan sesuap makanan.

Abu Bakar ra, menjawab Apa bila untuk memuntahkan makanan itu harus saya tebus dengan jiwa maka pasti saya akan melakukannya. 

Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :
Badan yang tumbuh subur dengan makanan haram maka api neraka lebih baik baginya’ saya takut ada bagian dari badan saya yang disuburkan oleh makanan itu.


Demikianlah cerita kali ini semoga bermanfaat buat kita semua dan bisa kita jadikan pelajaran untuk kehidupan kita sehari-hari.

Terima kasih.

KISAH KEDERMAWANAN KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN



KEDERMAWANAN KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN 

Halo para pembaca berbagai cerita gimana kabarnya semoga sehat dan dalam keadaan baik-baik saja dan segala aktivitas kita berjalan dengan lancar. pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan sebuah cerita, tentang kedermawanan Khalfah Utsman Bin Affan yang lebih memilih Janji Allah SWT dari pada keuntungn dunia. yang nantinya bisa kita jadikan contoh dala kehidupan kita sehari - hari. langsung saja para pembaca berbagai cerita disimak cerita dibawah ini :
Hasil gambar untuk gambar musim paceklik tanah arab

Kisah ini terjadi pada zaman pemerintahan khalifah Abu Bakar Ash shiddiq Ra. Kala itu kota madinah mengalami paceklik. Hujan cukup lama tidak turun. Pepohonan layu tanpa buah bahan makanan sangat langka pasar sepi, sebagian orang mulai kelaparan. 

Tatkala paceklik sampai pada puncaknya, orang-orang mendatangi Khalifah Abu Bakar ra. Mereka mengadukan penderitaan mereka “ Wahai khalifah penerus risalah Rasulullah SAW, langit tidak menurunkan hujan, bumi tidak menumbuhkan bahan makanan manusia sedang menuju kebinasaan. Jalan keluar apa yang engkau berikan, “khalifah Abu Bakar ra menjawab, “tenaglah dan bersbarlah serta kembalilah kerumah masing-masing".

Usman Bin Affan Ra, memiliki kafilah dagangan yang sedang datang dari syam dan besok, insya Allah akan sampai dimadina. Benar apa yang dikatakan kafilah Abu Bakar ra. Keesokan harinya kafilah dagangan utsman Bin Affan sampai. Kafilah itu terdiri dari seribu unta yang membawa bahan makanan yang melimpah ruah. Gandum, minyak zaitun, zabib dan lain sebagainya.

Semuanya langsung ditata di dalam gudang milik Utsman Bin Affan ra. Penduduk madinah menyambutnya dengan hati gembira. Para pedagang dan tengkulak  langsung menyerbu Utsman Bin Affan ra. “Apa yang kalian inginkan..? Tanya Utsman Bin Affan ra.

Juallah barang dagangan yang engkau bawa dari Syam itu kepada kami”
Kamu tentu tahu orang-orang memerlukannya jawab seorang pedagang mewakili teman-temannya. “Dengan senang hati berapa keuntungan yang akan kau berikan kepadaku? Tanya Utsman ra, “ YA dua atau tiga dirham” jawab para pedagang . bisakah kalian menambahnya?  “ Baik empat dirham bagaimana? Bisakah ditambah lagi…? Lima Dirham…!! Ahhh masih kurang, bisa ditambah lagi? Desak Ustman Bin Affan ra. 

“Dimadinah ini tidak ada pedagang selain kami. Dan kamilah orang yang datang kepadamu, taka da yang mendahului kami, Siapa yang akan memberikan keuntungan yang lebih besar  dari kami….? Kata seorang pedagang dengan nada jengkel. Utsman ra. Menjawab dengan tenang, Allah SWT memberiku keuntungan sepuluh dirham setiap satu dirham. Apakah kalian berani lebih dari sepuluh Dirham…? Tidak….!!! Jawab para pedagang dengan spontan. “Kalau begitu, saksikanlah aku bersaksi kepada Allah SWT bahwa aku menyedekahkan semua barang dagangan dan makanan yang aku bawa dari syam kepada seluruh pakir miskin dan penduduk Madinah yang membutuhkan. 

Ini semua aku Shodaqohkan karena Allah SWT semata, “Ucap Utsman Bin Affan ra. Dengan mantap, Subhanallah, Utsman Bin Affan lebih mencintai apa yang dijanjikan Allah SWT daripada keuntungan duniawi yang hanya sementara.

Demikianlah ulasan cerita kali ini mari sama-sama kita mendo’akan Utsman Bin Affan agar Allah memberikan rahmat dan keridhoanNYA kepada Utsman ra, serta kita bisa mencontoh kedermawanan beliau aminnn.

KISAH INSPIRASI MUWAFFAQ YANG TIDAK JADI BERHAJI TAPI HAJINYA DITERIMA ALLAH



DARI ENAM RATUS RIBU JAMAAH HAJI 
HANYA SATU ORANG YANG DITERIMA ALLAH HAJINYA

Assalamu’alaikumwr.wb
Pada kesempatan berhubung musim haji kali ini saya akan membagikan sebuah cerita dimana ada seorang yang bernama Muwaffaq yang tidak jadi menunaikan ibadah haji karena ia menyedekahkan semua tabungan ongkos untuk berhaji kepada seorang janda miskin. Namun anehnya dari enam ratus ribu jamaah haji yang berangkat hanya Muwaffaq yang diterima haji nya oleh Allah SWT, Subhanallaoh.. penasarankan para pembaca berbagai cerita, nah langsung saja disimak cerita berikut ini :

 Hasil gambar untuk foto orang haji

Ada seorang yang bernama Abdullah Bin Mubarak yang berangkat haji, setelah ia selesai menunaikan sholat malam, ia pun merebahkan tubuhnya diserambi Masjidil Haram. Kemudian ia pun tertidur.  Ia bermimpi seakan-akan ada dua malaikat turun dari langit sedang berbincang .Abdullah hanya mendengarkan pembicaraan mereka.

Tahun ini berapa jumlah orang yang menunaikan ibadah haji..?“Enam ratus ribu“ jawab temannya  “berapa  yang diterima?” “Hanya Satu” Apa…? Hanya Satu bagaimana dengan yang lain…? Semuanya ditolak kecuali satu orang.Dia adalah tukang sol sepatu dari Damsyik bernama Muawaffaq.

Tiba-tiba Abdullah Bin Mubarak terbangun dari tidurnya .Hatinya menjerit tak tenang  Dari enam ratus ribu jamaah haji , hanya satu orang yang diterima hajinya. Dan itu bukan dirinya tetapi seseorang yang bernama Muwaffaq dari Damsyik. Maka mengalirlah rasa penasarannya, ia pun segera meningggalkan mekkah untuk pergi ke Damsyik. Demi mencari seorang yang dimaksudkan dalam mimpinya.

Setelah perjalanan dan perjuangan yang sangat melelahkan, akhirnya bertemulah ia dengan orang yang dimaksud, dan terjadilah perbincangan diantara keduanya.
Benarkah anda yang bernama Muwaffaq yang bekerja sebagai tukang sol sepatu….? Iya benar!  Adakah seseorang yang bernama Muwaffaq selain anda di tempat ini ?Tidak hanya akulah satu-satunya orang yang bernma Muawaffaq tukang sol sepatu katanya.

“saya hanya ingin mengucapkan selamat, karena haji anda diterima oleh Allah tahun ini”
“Tetapi tahun ini saya tidak berangkat haji.  Apa..? Benarkah..?  Tanya Abdullah Keheranan.
Muawaffaq mengangguk..Aku memang berencana untuk menunaikan ibadah  haji tahun ini, tetapi tidak jadi. Aku menundanya sampai tahun depan insya Allah katanya. Mengapa kata Abdullah Penasaran.Istriku hamil tua, lagi pula uang simpanan untuk ongkos hajiku pun sudah habis.Aku harus menabung kembali kata Muawaffaq.

Kemudian Abdullah kembali bertanya “kau gunakan untuk apa uang itu…?
Kemudian Muawaffaq mulai bercerita.Tadi sudah kuceritakan istriku sedang hamil tua. Suatu hari dia mencium bau aroma masakan daging. Setelahku selidiki, ternyata asap itu berasal dari tetanggaku. Aku heran, dia seorang janda miskin yang menghidupi beberapa anak yatim tetapi mampu memasak daging dengan aroma yang lezat.

Sampai-sampai istriku menyuruhku memintanya kesana. Abdullahh sepertinya tidak sabar mendengar kelanjutan cerita Muawaffaq, Muwaffaq pun melanjutkan Akupun mendatangi rumah tetanggaku untuk meminta sepotong daging masakannya itu. Tetapi janda miskin itu menolaknya. Dia bilang bahwa daging itu halal bagi keluarganya tetapi tidak halal bagi orang seperti diriku. Kenapa apasebanya….? Karena daging yang ia masak sebenarnya adalah bangkai kuda yang baru saja mati. Anak-anaknya yang yatim menangis kelaparan, ia paun memasak daging itu karena terpaksa.
 
“Hatiku terasa hancur berkeping-keping mendengar cerita pilu janda miskin itu. Maka akupun pulang dan menceritakan kisah ini kepada istriku. Istrikupun menangis. Betapa berdosanya kami, karena tetangga kami kelaparan kami tidak tahu. Akhirnya kuputuskan untuk menyerahkan semua uang simpananku untuk berhaji kepada janda miskin itu. Muwaffaq pun mengakhiri ceritanya.
Abdullah bin Mubarak menghela nafas. Ialu ia berkata “ketika aku tertidur diserambi Masjidil Haram, aku bermimpi mendengar pembicaraan kedua malaikat bahwa dari enam ratus ribu jamaah haji hanya dirimulah yang hajinya diterima.

Benarkah…?   Jika hal ini benar berarti Allah telah mencatat amal sedekahku, Sungguh aku berhaji hanya di depan pintu kata Muawaffaq.

Subhanallah 
Demikianlah ulasan cerita kali ini semoga dengan cerita diatas dapat kita ambil pelajaran dan hikmahnya terima kasih buat para pembaca berbagai cerita semuanya. kalau ada kritikdan saran silahkan berikan komentar yang baikdan relavan dalam komentan. terima kasih

Wassalam

KISAH INSPIRASI RENUNGAN DZUN NUN AL-MISHRI

RENUNGAN DZUN NUN AL-MISHRI Pada kesempatan kali ini saya mau membagikan cerita dimana kalau memberi itu lebihn baik daripada mener...