RENUNGAN DZUN NUN
AL-MISHRI
Pada kesempatan kali ini saya mau membagikan cerita dimana kalau memberi itu lebihn baik daripada menerima langsung saja simak cerita berikut ini :
Suatu saat zhun nun al-mishri melakukan perenungan di hutan,
di iringi seorang murid setianya. mereka mendapati seekor burung yang
tiada daya untuk terbang, karena sayapnya patah.
Burung itu hanya bisa menggelepar-gelepar di tanah.Selang beberapa kemudian,
datang burung yang lain membawakan makanan banginya. Burung yang patah sayapnyapun, tanpa perlu repot-repot mencari makanan,
dapat makanan kenyang berkat jasa kawannya.
Menyaksikan kejadian langka itu, simurid termenung dan berfikir keras untuk menggali pelajaran
yang dapat di petik,
ternyata tanpa harus berusaha mencari makanan sekalipun,kita dapat bertahan hidup berkat jasa
orang lain. Alangkah rahmatnya ALLAH SWT
kepada setiap mahkluknya,’’simpulnya.
Sebangai seorang waliyullah, dzun nun
al-mishri bisa merasakan apa yang direnungkan oleh muridnya.
Dia pun berkata kepadanya,’’ seharusnya kamu tidak berpikir menjadi burung yang patah saya pitu. Berpikirlah menjadi burung
yang memberi makan, yang dapat menolong saudaranya.’’
Ucapan dzun nun al-mishri ini mengingatkan kita pada sabda Nabi SAW, ‘ Al-syadd al ulyakhair min al-yadd al-sufla.’’( HR al- bukhari dan muslim).
Dalam riwayat muslim ditambahkan, yang di maksud al-yadd al- ulyaadalah al-munfiqah
(pemberi shadaqah) dan al-yadd al- sulfa adalah al-sailah (peminta atau penerima).
Islam mengajarkan pemeluknya menjadi penderma dan penolong bagi
yang membutuhkan. Ini tercermin misalnya dari ajaran zakat (AL-baqarah;43, 83 dan
110;al- ahzab; 33 al-mujadilah; 13 dan lain lain). Malah zakat dijajarkan sebagai pilar rukun islam.
Ini menunjukkan, menolong orang yang membutuhkan, mendapat perhatian besar dalam ajaran islam.
Menarik lagi, seperti janji
ALLAH SWT dalam QS.saba’: 39, kendati kita banyak benderma ,
itu tidak akan mengurangi harta kita,. Allah SWT akan mengganti dan malah menambahnya.
Allah SWT berfirman.’’Katakanlah;,Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-NYA
diantara hamba- hamba- Nya Dan menyempit bagi ( siapa yang dikehendakinya)’. Dan
barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka
Allah SWT akan menggantinya dan DIA-lah pemberi rezeki yang sebaik yang
sebaik- baiknya.’’
Tapi disisi lain , ALLAH SWT
juga menantang kita untuk mendermakan barang- barang yang kita cintai. ALLAH
SWT berfirman.’’Kamu sekali –sekali tidaksampai kepada kebajikan( yang sempurna ),
sebelum kamu menafkahkan sebagian dari harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang
kamu nafkahkan, maka sesungguhnya ALLAH SWT mengetahuinya.’’Q`S` ALI Imran ayat
92).
Ini tantangan yang berat bagi kita.Karena mendermakan harta yang
kita cintai, membutukan kesadaran beragama yang
baikdan pengorbananyan tulus.Itulah tantangan dan ujian bagi orang
beriman.Tinggal kita yang harus membuktikan bahwa kita termasuk orang yang
berhak meraih gelar bal- birr, melalui berbagai derma wallahu a’lam.
Demikanlah ulasan kali ini semoga bermanfaat buat kita semua
Terima Kasih
No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah yang relavan dan sesuai dengan isi artikel