Thursday, 14 September 2017

KISAH INSPIRASI MUWAFFAQ YANG TIDAK JADI BERHAJI TAPI HAJINYA DITERIMA ALLAH



DARI ENAM RATUS RIBU JAMAAH HAJI 
HANYA SATU ORANG YANG DITERIMA ALLAH HAJINYA

Assalamu’alaikumwr.wb
Pada kesempatan berhubung musim haji kali ini saya akan membagikan sebuah cerita dimana ada seorang yang bernama Muwaffaq yang tidak jadi menunaikan ibadah haji karena ia menyedekahkan semua tabungan ongkos untuk berhaji kepada seorang janda miskin. Namun anehnya dari enam ratus ribu jamaah haji yang berangkat hanya Muwaffaq yang diterima haji nya oleh Allah SWT, Subhanallaoh.. penasarankan para pembaca berbagai cerita, nah langsung saja disimak cerita berikut ini :

 Hasil gambar untuk foto orang haji

Ada seorang yang bernama Abdullah Bin Mubarak yang berangkat haji, setelah ia selesai menunaikan sholat malam, ia pun merebahkan tubuhnya diserambi Masjidil Haram. Kemudian ia pun tertidur.  Ia bermimpi seakan-akan ada dua malaikat turun dari langit sedang berbincang .Abdullah hanya mendengarkan pembicaraan mereka.

Tahun ini berapa jumlah orang yang menunaikan ibadah haji..?“Enam ratus ribu“ jawab temannya  “berapa  yang diterima?” “Hanya Satu” Apa…? Hanya Satu bagaimana dengan yang lain…? Semuanya ditolak kecuali satu orang.Dia adalah tukang sol sepatu dari Damsyik bernama Muawaffaq.

Tiba-tiba Abdullah Bin Mubarak terbangun dari tidurnya .Hatinya menjerit tak tenang  Dari enam ratus ribu jamaah haji , hanya satu orang yang diterima hajinya. Dan itu bukan dirinya tetapi seseorang yang bernama Muwaffaq dari Damsyik. Maka mengalirlah rasa penasarannya, ia pun segera meningggalkan mekkah untuk pergi ke Damsyik. Demi mencari seorang yang dimaksudkan dalam mimpinya.

Setelah perjalanan dan perjuangan yang sangat melelahkan, akhirnya bertemulah ia dengan orang yang dimaksud, dan terjadilah perbincangan diantara keduanya.
Benarkah anda yang bernama Muwaffaq yang bekerja sebagai tukang sol sepatu….? Iya benar!  Adakah seseorang yang bernama Muwaffaq selain anda di tempat ini ?Tidak hanya akulah satu-satunya orang yang bernma Muawaffaq tukang sol sepatu katanya.

“saya hanya ingin mengucapkan selamat, karena haji anda diterima oleh Allah tahun ini”
“Tetapi tahun ini saya tidak berangkat haji.  Apa..? Benarkah..?  Tanya Abdullah Keheranan.
Muawaffaq mengangguk..Aku memang berencana untuk menunaikan ibadah  haji tahun ini, tetapi tidak jadi. Aku menundanya sampai tahun depan insya Allah katanya. Mengapa kata Abdullah Penasaran.Istriku hamil tua, lagi pula uang simpanan untuk ongkos hajiku pun sudah habis.Aku harus menabung kembali kata Muawaffaq.

Kemudian Abdullah kembali bertanya “kau gunakan untuk apa uang itu…?
Kemudian Muawaffaq mulai bercerita.Tadi sudah kuceritakan istriku sedang hamil tua. Suatu hari dia mencium bau aroma masakan daging. Setelahku selidiki, ternyata asap itu berasal dari tetanggaku. Aku heran, dia seorang janda miskin yang menghidupi beberapa anak yatim tetapi mampu memasak daging dengan aroma yang lezat.

Sampai-sampai istriku menyuruhku memintanya kesana. Abdullahh sepertinya tidak sabar mendengar kelanjutan cerita Muawaffaq, Muwaffaq pun melanjutkan Akupun mendatangi rumah tetanggaku untuk meminta sepotong daging masakannya itu. Tetapi janda miskin itu menolaknya. Dia bilang bahwa daging itu halal bagi keluarganya tetapi tidak halal bagi orang seperti diriku. Kenapa apasebanya….? Karena daging yang ia masak sebenarnya adalah bangkai kuda yang baru saja mati. Anak-anaknya yang yatim menangis kelaparan, ia paun memasak daging itu karena terpaksa.
 
“Hatiku terasa hancur berkeping-keping mendengar cerita pilu janda miskin itu. Maka akupun pulang dan menceritakan kisah ini kepada istriku. Istrikupun menangis. Betapa berdosanya kami, karena tetangga kami kelaparan kami tidak tahu. Akhirnya kuputuskan untuk menyerahkan semua uang simpananku untuk berhaji kepada janda miskin itu. Muwaffaq pun mengakhiri ceritanya.
Abdullah bin Mubarak menghela nafas. Ialu ia berkata “ketika aku tertidur diserambi Masjidil Haram, aku bermimpi mendengar pembicaraan kedua malaikat bahwa dari enam ratus ribu jamaah haji hanya dirimulah yang hajinya diterima.

Benarkah…?   Jika hal ini benar berarti Allah telah mencatat amal sedekahku, Sungguh aku berhaji hanya di depan pintu kata Muawaffaq.

Subhanallah 
Demikianlah ulasan cerita kali ini semoga dengan cerita diatas dapat kita ambil pelajaran dan hikmahnya terima kasih buat para pembaca berbagai cerita semuanya. kalau ada kritikdan saran silahkan berikan komentar yang baikdan relavan dalam komentan. terima kasih

Wassalam

No comments:

Post a Comment

Berkomentarlah yang relavan dan sesuai dengan isi artikel

KISAH INSPIRASI RENUNGAN DZUN NUN AL-MISHRI

RENUNGAN DZUN NUN AL-MISHRI Pada kesempatan kali ini saya mau membagikan cerita dimana kalau memberi itu lebihn baik daripada mener...